IMCNews.ID, Jambi - Bupati Tebo, Sukandar mengaku telah menginstruksikan Sekda Tebo untuk segera melakukan evaluasi terhadap rencana perjalanan Dinas ASN. Tujuannya, untuk mempertimbangkan apakah perjalanan dinas yang akan dilakukan akan berpengaruh pada kesehatan dan substansi kerja serta tingkat kepentingan pertemuan.
"Pada rapat koordinasi (bersama Pj Gubernur Jambi, red) memang, ketika Tebo ditetapkan sebagai zona merah banyak ASN dan keluarganya terindikasi positif Covid-19,” akunya.
Berdasarkan tracking yang dilakukan satgas, paling banyak ditemui ASN uang berdomisili di Kecamatan Tebo Tengah dan Rimbo Bujang.
"Mereka kita intruksikan cek kesehatan, bagi ASN yang ada indikasi diabetes tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dinas, sebagai pertimbangan,” katanya.
BACA JUGA : Bertambah 8, Pasien Meninggal Akibat COVID-19 Sudah 234 Orang
Menururnya, jika pembahasan kerja ASN tidak perlu tatap muka, maka perjalanan dinas tidak perlu dilakukan. Namun jika terkait anggaran seperti kementrian dan anggaran dari pusat pertemuan tidak bisa dielakkan
"Jika bisa melalui telepon, daring atau zoom, kita instruksikan untuk itu, namun kita harus hadir, kita tidak bisa berbuat banyak pertemuan fisik harus dilakukan, nanti kalau tidak kita urus ditakutkan anggaran akan berkurang,” tandasnya. (IMC01)
Golkar Jambi Bagikan 1.150 Kantong Daging Kurban ke Masyarakat Dalam Momen Idul Adha
Pemprov Jambi Kembali Buka Program Beasiswa S1 Untuk 500 Peserta, Ini Jadwalnya
Kejati Jambi Sembelih 14 Ekor Sapi dan Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat
Kejari Terima Pelimpahan Kasus Rudapaksa Oknum Anggota Polda Jambi
Gubernur Al Haris Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 930 Kilogram di Jambi
Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Gubernur Dukung Penguatan Ranperda Inisiatif Dewan