IMCNews.ID, Jakarta - Harga minyak turun pada Kamis karena kekhawatiran permintaan kembali ke pasar di tengah meningkatnya infeksi COVID-19 yang berkelanjutan. Sebelumnya harga minyak naik selama tiga hari beruntun.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun 94 sen menjadi bertengger di 67,42 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 1,18 dolar menjadi ditutup pada 71,07 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak juga berada di bawah tekanan di tengah penguatan dolar AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,25 persen menjadi 93,0530 pada akhir perdagangan Kamis. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.
Pedagang terus mencerna data persediaan bahan bakar AS.
Persediaan minyak mentah AS turun 3 juta barel selama pekan yang berakhir 20 Agustus, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Rabu.
Menurut EIA, total persediaan bensin motor turun 2,2 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan meningkat 0,6 juta barel. (IMC02/Ant)
Kejati Jambi Sembelih 14 Ekor Sapi dan Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat
Kejari Terima Pelimpahan Kasus Rudapaksa Oknum Anggota Polda Jambi
Gubernur Al Haris Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 930 Kilogram di Jambi
Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Gubernur Dukung Penguatan Ranperda Inisiatif Dewan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Ivan Wirata Soroti Ketahanan Pangan Jambi
Pencari Kerja Gigit Jari! Pemprov Jambi Tunda Penerimaan CPNS
Menteri ESDM: Realisasi PNBP Capai Rp83,14 Triliun Sampai Juli 2021