IMCNews.ID, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengumumkan Kementerian Kesehatan telah meluncurkan fitur baru pada aplikasi PeduliLindungi bernama "Sijejak" yang memudahkan pelacakan kontak COVID-19 dengan memanfaatkan Bluetooth.
“Kementerian Kesehatan meluncurkan fitur baru bernama Sijejak. Ini adalah fitur penelusuran kontak jarak dekat COVID-19 jarak dekat berbasis Bluetooth,” ujarnya dalam siaran online “Fase Perlambatan di Indonesia” yang diakses dari sini, Senin (14/3).
Reisa menjelaskan, Sijejak merupakan fitur close contact tracing jarak dekat kurang dari dua meter yang memanfaatkan pertukaran sinyal dari Bluetooth untuk mengidentifikasi kontak dekat secara anonim.
Fitur tersebut dapat memudahkan pihak berwenang untuk melacak kontak dekat pasien COVID-19 dengan mengadopsi metode BlueTrace yang digunakan aplikasi TraceTogether milik pemerintah Singapura.
Fitur Sijejak akan mengumpulkan data pengguna aplikasi PeduliLindung. Data akan disimpan di penyimpanan telepon lokal pengguna dalam waktu 14 hari dan dilindungi oleh enkripsi untuk menjaga keamanan data.
“Pertukaran data ini akan terjadi secara anonim. Dengan demikian, semua data yang disimpannya akan aman. Tidak ada informasi pribadi atau sistem yang dibagikan antar pengguna, "katanya.
Menurut Reisa, pengguna yang tercatat sebagai kontak dekat akan menerima notifikasi untuk tes COVID-19 dan dipandu melalui WhatsApp untuk melakukan isolasi mandiri.
“Jika pengguna terdeteksi positif COVID-19, maka sistem nantinya akan meminta persetujuan untuk mengunggah data pertukaran Bluetooth yang telah disimpan sebelumnya dan nantinya akan memberikan notifikasi kepada pengguna yang terdaftar sebagai kontak dekat,” kata juru bicara tersebut. dicatat.
Untuk itu, Reisa optimistis seluruh pengguna PeduliLindungi akan segera mengupdate aplikasi ke versi terbarunya, sehingga fitur Sijejak dapat melindungi masyarakat secara maksimal dari virus tersebut.
“Dengan adanya fitur ini diharapkan dapat membantu pengguna PeduliLindungi untuk mendapatkan informasi yang lebih baik dan membantu proses tracing kontak,” ujar juru bicara tersebut. (IMC02/ant)
Kejati Jambi Sembelih 14 Ekor Sapi dan Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat
Kejari Terima Pelimpahan Kasus Rudapaksa Oknum Anggota Polda Jambi
Gubernur Al Haris Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 930 Kilogram di Jambi
Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Gubernur Dukung Penguatan Ranperda Inisiatif Dewan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Ivan Wirata Soroti Ketahanan Pangan Jambi
Pencari Kerja Gigit Jari! Pemprov Jambi Tunda Penerimaan CPNS
Masyarakat Indonesia Telah Dapat Vaksin Dosis Kedua Capai 151.3 Juta Orang