IMCNews.ID, Jambi - 12 hari pasca dinyatakan hilang, hingga Selasa (22/3) kemarin, Kapal Motor (KM) Sumber Daya yang hilang kontak sejak 10 Maret 2022 lalu belum juga ditemukan. Selain bangkai kapal, nasib dua dari tiga Anak Buah Kapal (ABK) juga belum diketahui. Diduga, jenazah ABK itu ditemukan mengapung di laut perairan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Aiptu Muliadi selaku Danpal Ditpolairud Polda Jambi Markas Unit Patroli Nipah Panjang saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat di perairan Kepulauan Babel yang diduga awak KM Sumber Daya. " Dari informasi sementara memang ada penemuan mayat di wilayah Babel yang diduga adalah kru KM Sumber Daya. Saat ini anggota kita sudah berangkat menuju ke sana," katanya, Selasa (22/3).
Menurut Muliadi, informasi sementara yang mereka dapat ada dua mayat yang ditemukan di perairan Provinsi Babel tersebut. "Kalau dari ciri-cirinya memang mengarah ke awak KM Sumber Daya. Tapi kita belum bisa memastikannya. Nanti kabar selanjutnya bisa kita infokan lagi setelah ada hasil resmi dari pemeriksaan petugas," kata dia.
Dari foto dan video yang beredar, satu mayat yang ditemukan di perairan Babel tersebut kondisinya sudah mengenaskan. Kondisi mayat sudah tanpa kepala. Bagian kulit tubuh mayat terkelupas. Hanya mengenakan celana dalam.
Seperti diketahui, KM Sumber Daya hilang kontak di wilayah perairan Berhala, pada hari Kamis, 10 Maret 2022. Upaya pencarian terus dilakukan pihak terkait. Namun, satu pun bukti kapal pengangkut puluhan ribu kelapa tersebut tenggelam tidak ditemukan.
Pada hari Minggu 13 Maret 2022, satu dari tiga kru kapal atas nama Aloy (36) ditemukan selamat oleh nelayan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Korban selamat ini ditemukan terapung sekitar pukul 20.41 wib saat nelayan setempat tengah mengangkat jaring di wilayah tersebut.
Berdasarkan rilis dari Humas Basarnas Jambi, Lutfi mengatakan, Komunikasi Kantor Basarnas Jambi menerima info dari pemilik kapal bahwa telah terjadi hilang kontak dengan KM Sumber Daya. Di dalam kapal tersebut terdapat tiga ABK. Lost kontak terjadi di perairan Pulau Berhala. Dekat dengan wilayah perairan Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjabtim. "Masing-masing nama ABK tersebut, yakni Tiar sebagai Kapten Kapal, Aloy sebagai ABK dan Pendek sebagai ABK," katanya.
Aloy menceritakan, pada saat perjalanan dari Nipah Panjang menuju Batam, KM Sumber Daya diterpa badai. Kapal yang bermuatan kelapa tersebut kemasukan air. Aloy menyelamatkan diri. Dia mengambil pelampung dan jerigen. Lalu melompat ke perairan. Jarak ditemukan dirinya dari lokasi kejadian sejauh 72 NM. (*)
Ketua DPRD Provinsi Jambj Lepas 17 Atlet Karate ke Kejurnas di Bandung
Oknum Napi Inisial BD Diduga Bebas Keluar Masuk Lapas Kota Jambi, Begini Respon Kalapas
Gubernur Al Haris Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji Kloter Pertama Asal Jambi
Bertemu di Bungo, Edi Minta Menteri PU Bangun 7 Jembatan yang Rusak Akibat Banjir Bandang
Ini Syarat Dari Iran Jika Amerika dan Israel Ingin Berhenti Perang