IMCNews.ID,Jambi - Balai konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, menyampaikan penyelamatan Harimau Sumatera yang masuk dalam box trap di Desa Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Dalam hal ini pada tanggal 06 April BKSDA mendapatkan laporan masyarakat kemunculan satwa dilindungi tersebut.
Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh mengatakan, bahwa mendapat laporan masyarakat, tim BKSDA langsung memasang perangkap (Box Trap).
"Jadi pada tanggal 21 april kemarin, kita menuai hasil yang mana harimau Sumatera masuk dalam perangkap, serta tim langsung turun lokasi,"katanya pada Jumat (22/4) pers rilis di kantor BKSDA Jambi.
Kemudian, kata Saleh untuk jenis kelamin harimau Sumatera tersebut jantan, umur sekitar 8 sampai 10 tahun, Berat badan 110 Kilogram, Panjang 217 Centimeter.
"Kita sudah evakuasi di TPS BKSDA Jambi dengan kondisi sehat, serta akan dilepasliarkan ke habitat alamnya, dan kita lagi menunggu dari arahan pusat,"Kata Rahmad Saleh.
Lebih lanjutnya, terdapat kemunculan harimau di desa nalo mulai diterima sejak tahun 2021, akan tetapi saat diverifikasi informasi tersebut. Harimau sudah kembali ke hutan.
"Jadi kita terima laporan dari kepala desa setempat untuk hewan ternak yang dimakan si raja hutan, itu jumlahnya 11 ekor, kita lakukan verifikasi oleh tim bahwa patut diduga dimakan raja huta," jelasnya.
Harimau Sumatera tersebut sedikit mengalami luka di bagian hidungnya, dikatakan saat didalam box trap dan melihat manusia langsung buas. "Jadi raja hutan tidak segan segan untuk menerkam, dan sekarang sudah ditangani oleh dokter hewan,"tutupnya. (IMC02)
Ketua DPRD Provinsi Jambj Lepas 17 Atlet Karate ke Kejurnas di Bandung
Oknum Napi Inisial BD Diduga Bebas Keluar Masuk Lapas Kota Jambi, Begini Respon Kalapas
Gubernur Al Haris Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji Kloter Pertama Asal Jambi
Bertemu di Bungo, Edi Minta Menteri PU Bangun 7 Jembatan yang Rusak Akibat Banjir Bandang
Ini Syarat Dari Iran Jika Amerika dan Israel Ingin Berhenti Perang
Gubernur Jambi Sebut Manfaatkan BRIDA Untuk Memaksimalkan Potensi Daerah