PIMCNews.ID, Sarolangun - Enam orang tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu diamankan jajaran Polres Sarolangun di dua lokasi berbeda.
Dari enam tersangka tersebut, dua di antaranya adalah oknum polisi dan oknum PNS. Oknum polisi ini yang aktif berdinas di Polres Sarolangun, Sementara oknum PNS aktif berdinas di Pemkab Sarolangun.
Penangkapan pertama dilakukan di RT 06 lingkungan MTs Negeri Sarolangun, Kelurahan Aur gading, Kecamatan Sarolangun. TKP kedua, di RT 09 Kelurahan Sukasari, di salah satu bedeng yang menjadi tempat transaksi.
Kapolres Sarolangun, AKBP Anggun Cahyono mengatakan, keenam pelaku berhasil dibekuk oleh Satnarkoba Polres Sarolangun pada 19 Agustus 2022 silam.
“Keenam pelaku dibekuk di tempat yang berbeda. Satu ASN dan satu di antaranya merupakan oknum anggota Polri,” kata Kapolres, Selasa (6/09/2022).
Salah satu pelaku, Muhammad Ridwan (46), diketahui merupakan salah satu PNS aktif di Pemkab Sarolangun. Ridwan diduga merupakan bandar sabu yang memasok barang haram itu.
"Jadi si tersangka inisial CP dan Adit Prokimo (AP) ini yang menempati bedeng tersebut sebagai tempat transaksi narkoba, dan pada saat itu tersangka Doni Noverza (DS) memesan paket sabu itu. AP pun melapor ke M Ridwan (MR) dan RA sedang memaket barang haram itu," tuturnya.
Dari informasi warga, akhirnya DS dan AP diamankan di tempat DS di RT 06, lingkungan MTs Negeri Sarolangun Kelurahan Aurgading, setelah melakukan transaksi.
"Dari keterangan tersangka Doni Noverza (DS) dan AP bahwa ada tersangka lain, di TKP kedua. Polisi mengamankan 4 pelaku yakni MR, Candra Putra (CP), Nawawi (NW) dan Rudi Arifandi (RA)," sebutnya.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti. Di antaranya dua bungkus kecil berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu, timbangan digital, alat hisap sabu atau bong, serta uang Rp 250 ribu.
Keenam disangkakan melanggar UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkotika, dengan ancaman kurungan penjara diatas lima tahun.
Ia menambahkan, untuk oknum ASN dan oknum anggota Polri terancam dengan hukuman tambahan berupa pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari instansinya. (*)
Ketua DPRD Provinsi Jambj Lepas 17 Atlet Karate ke Kejurnas di Bandung
Oknum Napi Inisial BD Diduga Bebas Keluar Masuk Lapas Kota Jambi, Begini Respon Kalapas
Gubernur Al Haris Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji Kloter Pertama Asal Jambi
Bertemu di Bungo, Edi Minta Menteri PU Bangun 7 Jembatan yang Rusak Akibat Banjir Bandang
Ini Syarat Dari Iran Jika Amerika dan Israel Ingin Berhenti Perang
Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin