IMCNews.ID, Jambi - Kemacetan yang ditimbulkan akibat aktivitas angkutan batu bara di Provinsi Jambi juga mempengaruhi perekonomian masyarakat. Lamanya waktu tempuh akibat aktivitas ini menyebabkan bertambah tingginya biaya yang harus dikeluarkan.
Dampak ini dirasakan petani jeruk di wilayah paling barat Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Kerinci. Mereka harus menambah biaya transportasi ketika mengirim hasil panennya ke Kota Jambi. Belum lagi resiko busuk karena terlalu lama di jalan.
Bupati Kerinci Adirozal menyampaikan, Kabupaten Kerinci sedang fokus mengembangkan jeruk Keprok Pulau Tengah sebagai produk lokal unggulan khas Kerinci. Selain itu jeruk Siam Madu dan Jeruk Gerga juga menjadi produk lokal unggulan Kabupaten Kerinci. Tujuan pemasarannya adalah Kota Jambi dan kota Padang, Sumatera Barat.
"Kondisi kemacetan yang sering terjadi di jalur Kerinci- Jambi akibat truk batu bara berdampak negatif terhadap sisi ekonomi. Salah satunya kerugian berupa peningkatan biaya transportasi," katanya.
Adirozal berharap Pemprov Jambi bisa mengambil langkah cepat dan tepat sebagai solusi agar kemacetan tak terus berlangsung.
"Sehingga petani yang membawa hasil produksi ke kota Jambi tidak lagi terjebak kemacetan,"katanya.
Di sisi lain, DPRD Provinsi Jambi juga mulai geram melihat lambannya Pemprov Jambi menangani masalah angkutan batu bara. Pemprov dinilai lemah dan tidak tegas. Padahal sejumlah aturan dan kesepakatan sudah dibuat.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) menindaktegas angkutan Batu bara yang melanggar Surat Edaran (SE) Gubernur Jambi sehingga kerap menyebabkan kemacetan.
Menurut dia, Pemprov Jambi melalui Dishub harus segera melakukan razia secara rutin terhadap angkutan Batu bara. Menurut Faizal, razia gabungan itu bisa dilakukan oleh Dishub dengan melibatkan Kepolisian dan pihak terkait lainnya. Tim harus bertindak tegas terhadap angkutan Batu bara yang melanggar.
"Kita minta Pemprov melalui Dishub harus melakukan razia rutin dengan gabungan pihak kepolisian dan pihak terkait. Kita menilai masih banyak angkutan Batu bara tidak disiplin dan longgar menjalankan SE Gubernur Jambi," katanya, Minggu (13/11/2022).
Dia juga kesal kemacetan akibat angkutan Batu bara seakan tidak pernah putus-putus. Sehingga merugikan masyarakat.
‘’Jadwal angkutan sudah ditetapkan mulai jam 18.00 WIB. Tetapi masih banyak angkutan yang bergerak pukul 15.00 WIB ditambah truk kosong dari arah balik,’’ katanya.
Faisal Riza mengatakan dampak kemacetan lalulintas dari Sarolangun, Batanghari, Muarojambi sangat berefek pada perekonomian masyarakat.
"Ekonomi masyarakat Jambi terganggu. Seperti angkutan perdagangan, sayur-sayuran bisa busuk di jalan. Kita minta sistem kontrol nya harus dimaksimalkan dan harus dibuatkan teknis di lapangan," pungkasnya.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari ini, kemacetan akibat angkutan batu bara masih terus terjadi. Terutama di jalur Tembesi-Muara Bulian. Bahkan kabarnya akibat kemacetan itu, usaha masyarakat di sepanjuang jalur tersebut banyak yang tutup. (*/IMC01)
Kejati Jambi Sembelih 14 Ekor Sapi dan Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat
Kejari Terima Pelimpahan Kasus Rudapaksa Oknum Anggota Polda Jambi
Gubernur Al Haris Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 930 Kilogram di Jambi
Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Gubernur Dukung Penguatan Ranperda Inisiatif Dewan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Ivan Wirata Soroti Ketahanan Pangan Jambi
Pencari Kerja Gigit Jari! Pemprov Jambi Tunda Penerimaan CPNS
Naik Tipis, Berikut Harga Lengkap Sawit Periode 11-17 November 2022