Aktivitas Angkutan Batu Bara Dihentikan 11 Hari, Warga Senang, Sopir Mengeluh

Sabtu, 16 Desember 2023 - 20:02:44 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi menghentikan aktivitas angkutan batu bara selama 11 hari. Penghentian dimulai sejak 23 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.

Keputusan itu diambil untuk menjaga kenyamanan jamaah yang akan merayakan Natal dan tahun baru. Namun kebijakan itu dikeluhkan para sopir. 

"Kito nih bergantung hidup dari mengangkut batu bara ini lah. Berharap dari amprah. Kalau distop terlalu lamo, kita nak nyari duit untuk makan dari mano," kata Iwan, salah seorang sopir angkutan batu bara.

Pria beranak dua asal Kecamatan Mestong, Muaro Jambi ini mengatakan, sejak Polda Jambi menerapkan sistem ganjil genap, sebenarnya mobilitas angkutan batu bara sudah mulai tertib.

"Memang masih ado sopir yang nakal, tidak mematuhi aturan. Tapi kan itu hanya segelintir saja. Banyak kok sopir yang tertib dan taat aturan," katanya.

Sebagai sopir, menurut Iwan, dia juga berharap aktivitas angkutan batu bara bisa berjalan tertib. 

"Kito ni yang penting lancar, dapat duit untuk makan anak bini," ujarnya.

Apalagi, lanjut Iwan, dia juga ada tanggungan membayar kredit mobil truk. "Kalau distop terus lokak nunggak lagi bayar kredit bulan depan," ujarnya.

Sementara Bedul, sopir truk batu bara lainnya juga mengeluhkan penyetopan yang terlalu lama. 

"Kito ni nak makan jugo. Kalau dak narek (angkut batu bara) dak dapat duit. Macam mano nak beli beras," katanya.

Tapi sebaliknya, kebijakan itu disambut gembira oleh masyarakat. M Riduan, warga Kecamatan Mestong yang tiap hari berangkat kerja dari Tempino ke Kota Jambi mengaku senang dengan penghentian aktivitas angkutan batu bara.

Menurut Riduan, selama ini dia terganggu melewati rute Tempino-Jambi akibat mobilitas angkutan batu bara. 

"Apalagi saya pulang kerja malam, sangat terganggu oleh angkutan batu bara yang bikin macet," katanya.

Pernyataan senada disampaikan Soleh, Warga Selat, Batanghari yang kerja malam di Kota Jambi. 

"Saya kerja di percetakan, masuk kerja pukul 21.30 Wib, agar perjalanan tidak terhambat angkutan batu bara, selama ini saya terpaksa harus berangkat lebih awal," katanya.

Menurut dia, mobilitas angkutan batu bara sudah banyak bikin warga mengeluh. Mecet yang disebabkan angkutan batu bara sudah mengganggu aktivitas dan pengguna jalan lainnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA