Cek Karhutla di Lahan PT AMM, Polda Jambi Pastikan Akan Lakukan Penyelidikan dan Tindak Tegas Pelaku

Rabu, 14 Agustus 2024 - 15:02:56 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Polda Jambi bersama tim satgas Karhutla turun langsung melakukan pengecekan ke lahan konsesi PT Artha Mulia Mandiri (PT AMM) di Kecamatan Betara, Tanjab Barat yang terbakar, Rabu (14/8/2024).

Hasil pengecekan diketahui luas lahan yang terbakar kurang lebih 50 hektar. Dari total luas lahan yang terbakar tersebut 13 hektar merupakan areal konsesi PT AMM dan sekitar 37 hektar lainnya lahan masyarakat. 

Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kebakaran lahan di areal PT AMM ini.

"Saat ini masih dilakukan pendinginan. Seuai arahan pak Kapolda dan Danrem 042 Gapu selaku Plh Kasatgas Karhutla Provinsi Jambi, kita akan selidiki dan tindak tegas pelaku pembakaran lahan di areal konsesi ini," katanya di lokasi.

Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas menjelaskan, dari informasi dan keterangan yang diperoleh, titik sumber api pertama kali berasal dari areal konsesi PT AMM. Kemudian api merembet ke lahan masyarakat.

Menurut dia, dari keterangan petugas menara pantau Api PT WKS yang berada tak jauh dari lokasi, kebakaran lahan ini diketahui mulai terjadi pada Senin 12 Agustus 2024. 

Ketika mengecek ke lokasi, petugas menara pantau api sempat melihat ada orang yang lari dari lokasi lahan yang terbakar.

"Ini yang akan kita selidiki, apakah lahan ini sengaja dibakar, apakah orang yang kabur itu suruhan koorporasi atau bukan, nanti akan kita dalami lagi," jelasnya.

Dia menyebut sampai saat ini pihaknya sudah menetapkan 8 tersangka pelaku Karhutla. Semuanya perorangan, belum ada korporasi. 

"Maka kasus di PT AMM ini akan kita selidiki," katanya.

Sementara Kapolres Tanjab Barat AKBP Agung Basuki di lokasi yang sama menambahkan, kebakaran lahan di areal konsesi PT AMM ini pertama kali diketahui oleh petugas menara pantau api PT WKS. Petugas tersebut melihat asap muncul di lokasi.

Selanjutnya, petugas pantau menara tersebut langsung mendatangi lokasi sumber asap. 

"Saat tiba di lokasi, api sudah mulai membesar. Saat itu petugas menara melihat ada seorang laki-laki berbadan besar pakai celana pendek lari dari lokasi api," ungkapnya.

Lantas apakah lahan tersebut sengaja dibakar perusahaan, AKBP Agung belum bisa memastikan. 

"Soal itu kita belum bisa pastikan. Yang jelas ini akan diusut tuntas seperti yang dikatakan pak Dirreskrimsus tadi," katanya.

Agung juga menegaskan, sumber api pertama kali diketahui berasal dari areal konsesi perusahaan (PT AMM). Kemudian merembet ke lahan masyarakat yang lokasinya bersebelahan.

"Lahan di areal konsesi perusahaan ini yang terbakar sekitar 13 hektar. Kemudian lahan masyarakat sekitar 37 hektar. Jadi total lahan yang terbakar sebanyak 50 hektar," jelasnya.

Menurut dia, areal lahan yabg terbakar tersebut semi gambut. Sebagain lahan gambut dan sebagian lagi lahan berkontur mineral.

Sementara itu Direktur Perkumpulan Hijau, Feri Irawan mengapresiasi langkah cepat Polda Jambi turun ke lapangan mengecek areal konsesi perusahaan yang terbakar temuan Perkumpulan Hijau.

Feri juga mengapresiasi tindakan Polda Jambi memasang police line di lokasi dan akan menyelidiki kasus Karhutla yang di areal konsesi perusahaan (PT AMM) ini.

"Kita mendesak Polda Jambi serius mengusut kasus Karhutla yang melibatkan korporasi ini sampai penetapan tersangka pemilik perusahaan dan mencabut izinnya. Jangan sampai masuk angin, polisi terkesan hanya tegas kepada masyarakat saja, sementara terhadap korporasi didinginkan saja," ujarnya.

Feri juga mengingatkan masalah kelengkapan pencegahan kebakaran, mulai dari tim pemadam kebakaran perusahaan sampai peralatannya juga perlu dipertanyakan. 

"Kita akan menyiapkan laporan khusus terkait kebakaran lahan dan hutan ini. Kita juga sedang menyiapkan laporan kejadian sampai yang dilakukan polda hari ini kepada Mabes Polri, LHK dan Presiden RI," kata Feri. (*)



BERITA BERIKUTNYA