IMCNews.ID, Jambi - Keluarga para jamaah haji asal Kota Jambi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Provinsi Jambo yang akan kembali diperkirakan pada Selasa (16/6/2026) mendatang diimbau tak menjemput jamaah di Asrama Haji.
Imbauan ini juga berlaku bagi seluruh keluarga para jamaah dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi yang dalam waktu dekat akan kembali secara bertahap.
Imbauan tersebut disampaikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi untuk mencegah kerumunan dan menghindari kesulitan pendataan menjelang pemulangan ke daerah asal.
Pasalnya, Kantor Wilayah Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi menyatakan bahwa fase pemulangan akan lebih rumit dibandingkan tahap keberangkatan.
"Pengulangan haji ini penyelenggaraannya lebih rumit daripada pemberangkatan," jelas Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, Selasa (9/6/2026) kemarin.
Yang menjadi tantangan utama, menurutnya adalah kondisi psikologis jamaah serta tingginya antusiasme keluarga.
Hal itu berkaca pada pengalaman sebelumnya di mana terdapat jamaah langsung dibawa pulang oleh keluarganya secara mandiri.
Hal itu menyulitkan pendataan petugas saat bus akan diberangkatkan ke kabupaten dan kota.
Untuk mengantisipasi kerumunan, PPIH akan menutup total akses menuju komplek Asrama Haji guna memastikan situasi tetap kondusif.
Selain pengaturan alur masuk, perhatian khusus juga diberikan pada pengelolaan bagasi jamaah.
Tas bagasi baru akan diserahkan kepada pihak kabupaten dan kota dua jam setelah jamaah meninggalkan asrama untuk menghindari kericuhan dan risiko barang tertukar antardaerah.
Panitia menekankan pentingnya menjaga agar jangan sampai tas jamaah dari satu kabupaten terbawa ke kabupaten lain yang jaraknya berjauhan.
Lalu, apabila terdapat jamaah yang perlu diobservasi atau dirujuk ke rumah sakit, koordinasi akan dilakukan secara terpusat melalui tim medis Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), agar informasi yang sampai ke keluarga tetap satu pintu dan tidak memicu kepanikan.
Menurut Wahyudi seluruh prosesi penerimaan di asrama akan dilakukan secara efisien sebelum jemaah diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal.
"Kita akan koordinasikan dengan cukup baik dengan suasana yang lebih tenang supaya tidak ada semacam persoalan-persoalan," pungkasnya. (*)
Ivan Wirata Soroti Pengelolaan Sampah di Kota Jambi, Dorong Evaluasi Skema Tarif
Peredaran Narkotika Ro1,85 Miliar Berhasil Digagalkan, 53.000 Ekstasi dan Cartridge Diamankan
Faried Soroti Kinerja DLH Kota Jambi, Sebut Sosialisasi Soal OPBM Tak Masif
Ringankan Beban Korban Bencana, Gubernur Salurkan 10.189 Ton Beras Cadangan
Bantah Seleksi KI Provinsi Jambi Tak Transparanan, Ariansyah: Pendaftaran Belum Dibuka